Rabu, 07 November 2012

Hujan (short story)

Notes: click the title to read more

Apa yang kau ketahui tentang hujan?
Menurutku hujan itu pertanda kesedihan,
Tapi tidak dengan kamu,
Menurut kamu hujan itu rezeki.

Aku bilang hujan itu dingin,
Tapi kamu selalu bilang hujan itu bikin tenang,
Aku benci hujan,
Lalu kamu bertanya "Mengapa kamu membenci hujan?"
Aku diam, kemudian menjawab "Karena hujan pertanda kesedihan"
Kamu bertanya kembali "Apakah kamu sedih ketika melihat hujan?"
Tentu saja aku menjawab "Terkadang"
Diam, Kami berdua diam.
Lalu kamu kembali berbicara "Menurutku, kamu tidak mempunyai alasan untuk membenci hujan."
Heran. Bukankah aku sudah bilang kalau hujan pertanda kesedihan?
Kini aku yang bertanya "Kenapa? Hujan itu dingin dan pertanda kesedihan."
Dia berdiri dan berkata "Kalau kamu lagi sedih dan sedih jangan pernah benci hujan. karena hujan itu reeki."
Aku kembali diam. kemudian aku bertanya kepadanya "Kalau hujan rezeki apa buktinya?"
Dia tersenyum lalu menarik tanganku untuk berdiri dan dia bilang "Aku akan buktiin kalau hujan juga bisa bikin kamu ketawa."
Langit sore kini berubah gelap. 'Loh kok mendung?' ucapku dalam hati.
Tiba - tiba rintihan hujan turun ke bumi. Hujan pun turun. Aku segera berlari dan berlindung dibawah pohon tapi tidak dengan kamu.
Kulihat kamu berada di tengah hujan. Kamu tersenyum dan kamu menikmati tiap tetes air hujan yang jatuh ke seluruh tubuhmu.
Kamu berlari kecil menghampiriku, dengan cepat kamu menarik tangan mengajak aku menari - nari di tengah hujan.
"Lihat, Hujan tidak selalu membawa pertanda kesedihan bukan? Kamu percaya?" Tanyanya dengan seulas senyum.
Aku ikut tersenyum dan mengangguk. Sore ini, Aku dan kamu sedang menikmati hujan.
Menikmati rezeki yang Tuhan berikan. Kamu mengajak aku berlari di tengah hujan.
Ketika aku mulai menggigil karena dinginnya hujan tiba - tiba saja kamu memeluk seluruh tubuh dan jiwaku.
Kamu menghangatkan tubuhku. Kamu tersenyum dan berbisik "Hujan itu tidak selamanya dingin. sekarang hujan hangat bukan?"
Lagi - lagi aku ikut tersenyum dan mengangguk.
Hujan mulai reda. Aku mulai merasa lelah. Kamu mengajakku duduk di kursi taman.
Kamu diam saja. Aku bertanya "Apa yang akan kita lakukan? Bukankah hujan sudah berhenti? Ayo kita pulang sudah hampir malam."
Kamu menahan tanganku untuk tetap tinggal dan kamu mulai berbicara "Tunggulah sebentar saja, Aku ingin menunjukan sesuatu kepadamu."
Aku penasaran dan betanya "Apa itu?"
Kamu hanya diam dan tersenyum. Lalu kamu menunjuk langit dan kamu berbisik padaku "Setelah hujan akan ada pelangi, maka begitu juga dengan kesedihan, setelah ada kesedihan maka akan ada kebahagiaan. Tuhan adil bukan?"
Aku tersenyum dan menjawab bisikanmu "Kamu benar. Tuhan memang adil"
Aku dan kamu kini tengah melihat indahnya matahari terbenam dengan keadaan basah kuyup. Kamu tetap memelukku dan memberikan kehangatan untuk seluruh tubuh dan jiwaku.
J

With love,
@Ynkkeke 

0 comments:

Posting Komentar

 

Blog Template by BloggerCandy.com