Notes: click the title to read more
Menurutku hujan itu pertanda kesedihan,
Tapi tidak dengan kamu,
Aku bilang hujan itu dingin,
Tapi kamu selalu bilang hujan itu bikin tenang,
Aku benci hujan,
Lalu kamu bertanya "Mengapa kamu membenci hujan?"
Aku diam, kemudian menjawab "Karena hujan pertanda
kesedihan"
Kamu bertanya kembali "Apakah kamu sedih ketika melihat
hujan?"
Tentu saja aku menjawab "Terkadang"
Diam, Kami berdua diam.
Lalu kamu kembali berbicara "Menurutku, kamu tidak
mempunyai alasan untuk membenci hujan."
Heran. Bukankah aku sudah bilang kalau hujan pertanda
kesedihan?
Kini aku yang bertanya "Kenapa? Hujan itu dingin dan
pertanda kesedihan."
Dia berdiri dan berkata "Kalau kamu lagi sedih dan
sedih jangan pernah benci hujan. karena hujan itu reeki."
Aku kembali diam. kemudian aku bertanya kepadanya
"Kalau hujan rezeki apa buktinya?"
Dia tersenyum lalu menarik tanganku untuk berdiri dan dia
bilang "Aku akan buktiin kalau hujan juga bisa bikin kamu ketawa."
Langit sore kini berubah gelap. 'Loh kok mendung?' ucapku
dalam hati.
Tiba - tiba rintihan hujan turun ke bumi. Hujan pun turun.
Aku segera berlari dan berlindung dibawah pohon tapi tidak dengan kamu.
Kulihat kamu berada di tengah hujan. Kamu tersenyum dan kamu
menikmati tiap tetes air hujan yang jatuh ke seluruh tubuhmu.
Kamu berlari kecil menghampiriku, dengan cepat kamu menarik
tangan mengajak aku menari - nari di tengah hujan.
"Lihat, Hujan tidak selalu membawa pertanda kesedihan
bukan? Kamu percaya?" Tanyanya dengan seulas senyum.
Aku ikut tersenyum dan mengangguk. Sore ini, Aku dan kamu
sedang menikmati hujan.
Menikmati rezeki yang Tuhan berikan. Kamu mengajak aku
berlari di tengah hujan.
Ketika aku mulai menggigil karena dinginnya hujan tiba -
tiba saja kamu memeluk seluruh tubuh dan jiwaku.
Kamu menghangatkan tubuhku. Kamu tersenyum dan berbisik
"Hujan itu tidak selamanya dingin. sekarang hujan hangat bukan?"
Lagi - lagi aku ikut tersenyum dan mengangguk.
Hujan mulai reda. Aku mulai merasa lelah. Kamu mengajakku
duduk di kursi taman.
Kamu diam saja. Aku bertanya "Apa yang akan kita
lakukan? Bukankah hujan sudah berhenti? Ayo kita pulang sudah hampir
malam."
Kamu menahan tanganku untuk tetap tinggal dan kamu mulai
berbicara "Tunggulah sebentar saja, Aku ingin menunjukan sesuatu
kepadamu."
Aku penasaran dan betanya "Apa itu?"
Kamu hanya diam dan tersenyum. Lalu kamu menunjuk langit dan
kamu berbisik padaku "Setelah hujan akan ada pelangi, maka begitu juga
dengan kesedihan, setelah ada kesedihan maka akan ada kebahagiaan. Tuhan adil
bukan?"
Aku tersenyum dan menjawab bisikanmu "Kamu benar. Tuhan
memang adil"
Aku dan kamu kini tengah melihat indahnya matahari terbenam
dengan keadaan basah kuyup. Kamu tetap memelukku dan memberikan kehangatan
untuk seluruh tubuh dan jiwaku.
J
With love,
@Ynkkeke

0 comments:
Posting Komentar